Arok-dedes Quote by Pramoedya Ananta Toer Download Open image ““Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatakan pada seseorang atau pada siapapun”” — Pramoedya Ananta Toer ★ ★ ★ ★ ★ 2.9 out of 5 (6 ratings) Copy quoteShare Arok-dedes Pramoedya-ananta-toer
“Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatan pada seseorang atau pada siapapun.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Karena bahagia untuk sesuatu yang tidak nyata itu lebih buruk ketimbang membenci kenyataan yang jelas-jelas ada.” — Anonymous Copy Share Image
“salah jika anda berkata hidup bukan untuk sebuah penantian, kenyataannya setiap saat manusia hanya menanti tuhan menjemput kita. terlihat putus asa memang, tapi itulah… — Anonymous Copy Share Image
“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan” — Dee Copy Share Image
“Kenangan itu cuma hantu disusut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. nggak akan pernah jadi kenyataan.” — Dee Copy Share Image
“Kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata yang, meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa… — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap jadi hantu. Nggak akan pernah… — Dee Copy Share Image
“kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. selama kita diam dan ngga berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu, ngga akan pernah jadi kenyataan.” — dee Copy Share Image
“Jika mawar itu berduri, tusuklah hingga merah darahku, agar aku terbangun pada kenyataan tanpa dirimu.” — Fenny Wong Copy Share Image
“Ada kalanya batas mimpi dan kenyataan terasa begitu kabur, terutama bila terlalu sering bermimpi.” — Prisca Primasari Copy Share Image
“Dunia ini masih senantiasa teramat sopan. Tidak mau melihat kenyataan yang telanjang bulat. Memalingkan muka dengan penuh rasa jijik dari kenyataan, perempuan telanjang itu.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“tingkat kenyamanan seseorang itu berbeda-beda. untuk itu kita tidak boleh memaksa.” — Alivia Sasa Copy Share Image
“Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“How simple life is. It's as simple as this: you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and shitting, that's… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
The fracture of pencil still useful, but the fracture of soul, we couldn't use it, Mister. — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“. . . Kau terpelajar, Minke, Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu. . . .” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Masa lalu tak perlu jadi beban, bila tak sudi jadi pembantu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kita akan belajar Tanca. Kemudian kita akan tahu lebih banyak, mengalahkan lebih gemilang.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatan pada seseorang atau pada siapapun.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Hyang Mahadewa tahu bagaimana membikin Jagad Pramudita seimbang. Kerusuhan mengimbangi kedunguan.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Mereka (brahmana) tidak perlu takut pada kedunguan. Mereka belajar setiap hari untuk tidak jadi dungu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ada diajarkan oleh kaum Brahmana, orang kaya terkesan pongah di mata si miskin, orang bijaksana terkesan angkuh di mata si dungu, orang gagah berani… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Orang berilmu, berpengetahuan, dan berbakat itu tak boleh punah.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tak ada yang tahu apakah prajurit-prajurit itu Syiwa atau Wisynu, boleh jadi bahkan Buddha. Tidak ada yang mengetahui hati manusia secara tepat.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image