“Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kita akan belajar Tanca. Kemudian kita akan tahu lebih banyak, mengalahkan lebih gemilang.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kami bermaksud baik Ngama. Ngama adat jangan sangsi. Kami ingin menolong yang sakit.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Revolusi ini tidak memberi sesuatu pun, dia minta kepada setiap orang, segala-galanya.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kau biarkan suamiku merampas istri orang; itu berarti kau ikut membangunkan kejahatan, kerusuhan, dan malapetaka.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seluruh kedudukan enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Rencana-rencanaku kandas di laci-laci. Angkatan tua itu sungguh bobrok! Setiap republiken mestinya… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Dunia luar tak ada yang tahu tentang mereka, tak ada yang memperhatikan nasib mereka,” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Bukang perempuang undang harta, Ngama, hanya harta mencari perempuang.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatan pada seseorang atau pada siapapun.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Hyang Mahadewa tahu bagaimana membikin Jagad Pramudita seimbang. Kerusuhan mengimbangi kedunguan.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Walau orang gunung kami tahu menghormat, tahu bagaimana sebaiknya menerima tamu. Ia akan mengambil celana untuk menghormati kami. (Orang-orang gunung ito bodo,… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Perempuan itu harta, musti turut lelaki punya mau - Siti F. Yang Ditemui Di Pulau Buru” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Di sini ada hukum. Kalau hukum tidak ditaati lagi, mari, mari kita panggil hakim.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Mereka (brahmana) tidak perlu takut pada kedunguan. Mereka belajar setiap hari untuk tidak jadi dungu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ngama Adat, heee, Polli sama Mantir ingin tolong," ujar Mana Sambur. "Ha? Apa tidak tahu adat?" Bentak si Kakek. "Tidak lihat yako… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Mengkhianati pengkhianat bukan pengkhianatan, Nyonya - Rodjali” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri,… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi... angkatan tua itu sungguh bobrok. Hanya angkatan tua yahg korup dan… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Adat perempuan dibeli; adat orang tua menjual; kalau harta sudah di tangan apalagi akan dipersoalkan?” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image