Larasati Quote by Pramoedya Ananta Toer Download Open image ““Di dunia ini, Ara, hanya sedikit saja orang yang penting - Mardjohan.”” — Pramoedya Ananta Toer ★ ★ ★ ★ ★ 2.7 out of 5 (9 ratings) Copy quoteShare Larasati Mardjohan Pramoedya-ananta-toer
“Sia-sianya dunia ini kalau untuk meningkatkan satu orang yang lain mesti diinjak.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.” — Tere Liye Copy Share Image
“Berbaktilah pada orang tua selagi mereka ada. Karena saat mereka tiada, sungguh, hanya sesal yang ada. ((Mudah-mudahan) Bukan Ramadhan Terakhir, Rima RL)” — Dian Nafi Copy Share Image
“Aku boleh rasakan kepedihannya melihat orang yang paling disayangi mati di depan mata.” — Zint Copy Share Image
“Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“How simple life is. It's as simple as this: you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and shitting, that's… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
The fracture of pencil still useful, but the fracture of soul, we couldn't use it, Mister. — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“. . . Kau terpelajar, Minke, Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu. . . .” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Masa lalu tak perlu jadi beban, bila tak sudi jadi pembantu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Revolusi ini tidak memberi sesuatu pun, dia minta kepada setiap orang, segala-galanya.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seluruh kedudukan enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Rencana-rencanaku kandas di laci-laci. Angkatan tua itu sungguh bobrok! Setiap republiken mestinya republikein sejati.… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi... angkatan tua itu sungguh bobrok. Hanya angkatan tua yahg korup dan mengajak korup!… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Sia-sianya dunia ini kalau untuk meningkatkan satu orang yang lain mesti diinjak.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image