Quote by Desi Puspitasari Download Open image ““Ah-eh-ah-eh!”” — Desi Puspitasari ★ ★ ★ ★ ★ 2.7 out of 5 (5 ratings) Copy quoteShare
“I was thinking: to write and being a writer are two kind of diferrences things. To write is a please. Being a writer is… — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Dengan gerakan pelan telapak tangan Timur merangkul telapak tangan Aggi. Berdiri begitu rapat. Tanpa kentara, Aggi balas menggenggam telapak tangan kokoh laki-laki itu.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Minta Tuhan jangan terlalu suka memberi beban masalah kepada umat-Nya! Bisa tidak Ia melakukan itu?” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“What a writer needs? A friend. A friend that’ll accompany beside solitude itself.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Fiction is a great combination between experience and imagination.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“no one could ever push you to write or become a writer, except yourself.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Bagaimana itu hidup? Seperti sebuah perempatan jalan. Tempat untuk bilang “hai” dan “da-dah”.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Aku menyebut Thomas laki-laki selai kacang.” “Bagaimana bisa?” “Dia tidak suka stroberi. Dia suka selai kacang. Kamu tahu bagaimana pendapatku mengenai selai kacang?” Timur… — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Laki-laki selai kacang, laki-laki permen karet stroberi, laki-laki stroberi varian flamboyan. Lalu, apa jenis stroberi untukku, Aggi?” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Kita hidup dalam ajaran Islam. Ada kewajiban memuliakan orangtua.” — Desi Puspitasari Copy Share Image