“I was thinking: to write and being a writer are two kind of diferrences things. To write is a please. Being a… — Desi Puspitasari Writing Copy Share Image
“Dengan gerakan pelan telapak tangan Timur merangkul telapak tangan Aggi. Berdiri begitu rapat. Tanpa kentara, Aggi balas menggenggam telapak tangan kokoh laki-laki… — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Minta Tuhan jangan terlalu suka memberi beban masalah kepada umat-Nya! Bisa tidak Ia melakukan itu?” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“What a writer needs? A friend. A friend that’ll accompany beside solitude itself.” — Desi Puspitasari Friendship Copy Share Image
“Fiction is a great combination between experience and imagination.” — Desi Puspitasari Imagination Copy Share Image
“no one could ever push you to write or become a writer, except yourself.” — Desi Puspitasari Writing Copy Share Image
“Bagaimana itu hidup? Seperti sebuah perempatan jalan. Tempat untuk bilang “hai” dan “da-dah”.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“I kill my loneliness by reading and (then) writing, damn.” — Desi Puspitasari Loneliness Copy Share Image
“Aku menyebut Thomas laki-laki selai kacang.” “Bagaimana bisa?” “Dia tidak suka stroberi. Dia suka selai kacang. Kamu tahu bagaimana pendapatku mengenai selai… — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Laki-laki selai kacang, laki-laki permen karet stroberi, laki-laki stroberi varian flamboyan. Lalu, apa jenis stroberi untukku, Aggi?” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Kita hidup dalam ajaran Islam. Ada kewajiban memuliakan orangtua.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Laki-laki itu yang penting mantap hati, Gus. Berani. Terserah berani itu diartikan dalam bentuk apa; agama, keputusan hidup, cinta, atau tetek bengek… — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Kalau saya sujud tanpa alasan apa-apa, tidak pakai salat dulu, apa boleh?” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Semoga rindu dan kesedihanmu segera berganti dengan rasa bahagia.” — Desi Puspitasari Copy Share Image