“Kerana kutahu dendam hanyalah marah yang sekejap direndamkan Tetapi akan membunuhku dengan diam dan perlahan” — Anonymous Copy Share Image
“Telah kutemukan hatimu Tempat terhangat untuk menetaskan rasa Yang tak mampu kuerami sendiri” — Sam Haidy Copy Share Image
“Nada-nadamu berdenting Menjemput kata-kataku dari hening Bulan dan bintang perlahan terpejam Kau dan aku menidurkan malam” — Sam Haidy Copy Share Image
“Tak penting kau mengerti atau tidak, tapi puisi adalah caraku membingkaimu dalam sunyi.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Pengalaman membenarkan sangkaan biarpun sangkaan sering di kandang salah.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“Senja yang retak. Kapalkapal berlayar membawa kenangan. Airmatamu menjelma puisi paling duri, paling angin.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Puisi itu pada dasarnya akrobatik kata-kata, tapi harus disiasati agar punya lapis makna” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Manakala hidup terasa menjepit Tengadahlah ke langit Di sana kau akan melihat Bebanmu menyusut berjuta kali lipat” — Sam Haidy Copy Share Image
“kau bukan gula-gula kapas, yang bagiku cuma lembut, kau terlahir sebagai popkon, yang rangup dan manis, yang aku nikmati dalam gelap, menghadap… — Salleh Razak Copy Share Image
“kukalungkan jua sajak-sajak itu di leher bayanganmu dinda serupa sepi mengalungi kata-kata di kotaku yang mahatinta. kota dimana matamu, hatimu, senyummu, berpendar… — firman nofeki Copy Share Image
“Sufi sebenar berpakaian biasa bangsanya, mengikut Nabi Pada zaman ini akan berseluar kemeja, sederhana sekali Namun dada berisi hikmah ladunni bukan hasil… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Kisah Majnun dan Laila bukanlah omong kosong, mereka nyata dalam cinta abadi yang paling murni, sebuah puisi indah yang tiada taranya” — Anonymous Copy Share Image
“Bagaimana kita akan bangkit semula melawan musuh Jika ayam jantan yang senang berkokok setiap subuh Membuka mata bangsa, menjernihkan yang lama keruh… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Bulan pasi. Kuseduh kepedihan dari dua cangkir kopi. Lalu matamu bernyanyi di mataku, Badi', "Dan kematian hanyalah jalan menuju keabadian…” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-mayat yang belum berangkat, terbaring berselimut puing-puing... O, Tsunami, airmu bermuara di… — Sam Haidy Copy Share Image
“Universiti tidak dinilai secara insani, hanya patuh nafsu industri Yang sering berubah mengikut pasaran Pasaran berubah mengikut perasaan.” — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Aku sungguh bimbang kita akan terus begini Kerana puyuh pentadbir diangkat mengawal helang ilmi Tata-cara sekolah rendah diguna-pakai di universiti tinggi Kaedah… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Urafa bestari kerap berpesan: "ilmu fis sudur la fis sutur" Ilmu dalam dada membangunkan umat dari lena tidur Wajib menulis pada khalayak… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Sufastaiyyah membunuh hujah sendiri Bila menolak mutlak ilmu milik insani Merosak akal, aqidah, agama, sekalian hikmat anugerah Ilahi Bila mereka berteriak-gila: "ilmu… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“ZOMBIE.exe — [SYSTEM OVERLOAD] [BOOTING...] Memory check: corrupted. Signal: unstable. Language: infected. — “Selamat malam pemirsa—” suara terdistorsi — “—Kami tidak bertanggung… — Titon Rahmawan Copy Share Image
“Candi di Penghujung Ruh (Jenawi — Khajuraho) Tubuhku: batu yang merindu, belerang hitam tanpa tabuhan. Jenawi menggerus diriku kersani yang tak beriba,… — Titon Rahmawan Copy Share Image
“Siapakah yang lahir dari jari jemari puisi? Yang memetik waktu di taman kenangan? Kau hanya tersenyum menatapku sambil membujuk hurufhuruf itu untuk… — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image