“Musang diangkat menjaga reban Reban hancur ternakan terkorban! Belalang angkuh berlagak helang Tikus berkampung dalam taman!” — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Adakah yang lebih menggetarkan Dari sepasang pandang Yang saling silau tapi saling mencari?” — Sam Haidy Copy Share Image
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu Cinta terlunta buta kata” — Sam Haidy Copy Share Image
“Aku ingin bertanya gembirakah kau di sana? Melihat wilayah faqihmu pegangan ulama gilakan kuasa Fuqaha kau maksudkan bukan ulama buatan sekarang Yang… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Nada-nadamu berdenting Menjemput kata-kataku dari hening Bulan dan bintang perlahan terpejam Kau dan aku menidurkan malam” — Sam Haidy Copy Share Image
“Pincang langkah pertama barangkali kelemahan pincang berulang lambang kebebalan.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“Hayat bahasa di akal bangsanya ajal bahasa di keris bangsanya.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“Kekasih, mereka datang padamu Sebab menjemput senyum dan paras cantikmu, atau sebab harapan lain pada kemesraanmu, Sedang aku; tak mengenal sebab semacam… — Alfin Rizal Copy Share Image
“Malam adalah ladang pembantaian abadi Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi” — Sam Haidy Copy Share Image
“Masyarakat terbelakang Memperdebatkan keyakinan Masyarakat terdepan Meyakini perdebatan” — Sam Haidy Copy Share Image
“Ilmu di peringkat maknawi dan yaqini Kawanku, bukan lagi nisbi ciptaan basyari Anugerah Rabbul Jalil, harus disyukuri, dinikmati Dan amalkan sepenuh hati,… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Ilmuan tiruan seperti puyuh mencuri paruh dan sayap helang Ijazah berjela, kajian merata, kerusi diduduki tidak terbilang. Bagi penguasa dan pentadbir yang… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Hanya pantai yang mampu membaca Pasang surut hatinya Hanya laut yang mampu mengeja Rasa air matanya” — Sam Haidy Copy Share Image
“Ketinggian pokok, hanya diketahui helang Puyuh tidak mampu terbang, hanya tahu dalamnya hutan.” — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Tak penting kau mengerti atau tidak, tapi puisi adalah caraku membingkaimu dalam sunyi.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Sufastaiyyah membunuh hujah sendiri Bila menolak mutlak ilmu milik insani Merosak akal, aqidah, agama, sekalian hikmat anugerah Ilahi Bila mereka berteriak-gila: "ilmu… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Urafa bestari kerap berpesan: "ilmu fis sudur la fis sutur" Ilmu dalam dada membangunkan umat dari lena tidur Wajib menulis pada khalayak… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Bulan pasi. Kuseduh kepedihan dari dua cangkir kopi. Lalu matamu bernyanyi di mataku, Badi', "Dan kematian hanyalah jalan menuju keabadian....” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Pengalaman membenarkan sangkaan biarpun sangkaan sering di kandang salah.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“kukalungkan jua sajak-sajak itu di leher bayanganmu dinda serupa sepi mengalungi kata-kata di kotaku yang mahatinta. kota dimana matamu, hatimu, senyummu, berpendar… — firman nofeki Copy Share Image
“Senja yang retak. Kapalkapal berlayar membawa kenangan. Airmatamu menjelma puisi paling duri, paling angin.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image