Cinta Quote by Sam Haidy Download Open image ““Telah kutemukan hatimu Tempat terhangat untuk menetaskan rasa Yang tak mampu kuerami sendiri”” — Sam Haidy ★ ★ ★ ★ ★ 2.9 out of 5 (7 ratings) Copy quoteShare Cinta Indonesia Puisi Sastra
“Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu tempat kau bunuh kenangan kita berkali-kali.… — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Kuletakkan rindu di telapak tanganmu Terserah mahu kau apakan padanya” — AD Rahman Ahmad Copy Share Image
“Telah kutemui pelbagai bentuk kerikil di sepanjang perjalanan Akan kutemu bayak lagi andai aku terus berjalan” — AD Rahman Ahmad Copy Share Image
“Jadi kau jangan bermegah atau sombong kalau kau merasa telah melakukan perbuatan baik, kau hanyalah jalan dan kesempatan bagi kebaikan itu untuk menjelma” — Anonymous Copy Share Image
“Ternyata manusia tetap membutuhkan pelukan, sekalipun teknologi paling canggih telah ditemukan.” — Evi Sri Rezeki Copy Share Image
“sisa usia seorang mukmin tidak bernilai apa-apa kecuali ia mau memperbaiki apa yang telah lewat” — anonim Copy Share Image
“Kau hadir ketika malam hampir memeluk senja Bersama bingkisan yang sudah seringkali aku dengar Tetapi nafasmu berbeza Lagu yang kau dendangkan semerdu pernah kudengar… — AD Rahman Ahmad Copy Share Image
“Dengan gerakan pelan telapak tangan Timur merangkul telapak tangan Aggi. Berdiri begitu rapat. Tanpa kentara, Aggi balas menggenggam telapak tangan kokoh laki-laki itu.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Pram, cinta itu jorok… Dia ada di mana aja, nggak kenal tempat. Temuin pilihan gue tadi deh, siapa tahu cocok. Buka mata, buka hati...… — Adenita Copy Share Image
“Sungguh telah kau fanakan diriku, Kekasih tapi tidak cintaku padaMu.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Di saat kita mulai meletakkan harapan di saat itu tanpa kita sedar kita telah membuka pintu kehampaan” — AD Rahman Ahmad Copy Share Image
“Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu. Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu. Apakah kau telah menemukan separuh hati lain—selain hatiku?” — Anonymous Copy Share Image
“Butiran gula larut dalam kopi hitam Taburan bintang larut dalam kelam malam Pahit manis kenangan teraduk Kuhirup semalam suntuk” — Sam Haidy Copy Share Image
“Jangan salahkan waktu Jika kelak ia mengkhianatimu Setiap detik yang kau ulur Akan mencekikmu di sisa umur” — Sam Haidy Copy Share Image
“Mencintaimu Seperti mencintai bayi yang belum sempurna melihat Tak tahu pasti apa yang kau tangkap dalam geliat Namun tak jemu kuselami rona kudusmu” — Sam Haidy Copy Share Image
“Adakah yang lebih menggetarkan Dari sepasang pandang Yang saling silau tapi saling mencari?” — Sam Haidy Copy Share Image
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu Cinta terlunta buta kata” — Sam Haidy Copy Share Image
“Nada-nadamu berdenting Menjemput kata-kataku dari hening Bulan dan bintang perlahan terpejam Kau dan aku menidurkan malam” — Sam Haidy Copy Share Image
“Malam adalah ladang pembantaian abadi Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi” — Sam Haidy Copy Share Image
“Masyarakat terbelakang Memperdebatkan keyakinan Masyarakat terdepan Meyakini perdebatan” — Sam Haidy Copy Share Image
“Hanya pantai yang mampu membaca Pasang surut hatinya Hanya laut yang mampu mengeja Rasa air matanya” — Sam Haidy Copy Share Image
“The one who can draw your widest smile is also the one who can throw you to the farthest exile” — Sam Haidy Copy Share Image
“You don't have to be an angel. All you need is someone who can always see your best angle.” — Sam Haidy Copy Share Image
“Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-mayat yang belum berangkat, terbaring berselimut puing-puing... O, Tsunami, airmu bermuara di mata kami!” — Sam Haidy Copy Share Image
“Kita berdua memang hanya sepasang jelmaan, sepasang yang terpasung dalam gulali kasmaran. Mengusir murung-murung.” — Alfin Rizal Copy Share Image
“Semuanya menjadi sejuk dan indah dalam pandangan orang yang sedang dimabuk asmara.” — Dian Nafi Copy Share Image
“Terima kesedihanmu dengan lapang dada, tetapi jangan mau diperhamba olehnya.” — Christian Simamora Copy Share Image
“Ungkapan cinta tulus yang persisten sangat efektif untuk meluluhkan hati.” — Toba Beta Copy Share Image
“Maafkan Jika senyumku Tersembunyi dibalik air mata Dan kata-kata mesra Menjadi tanpa daya Karena terperangkap Dalam Prasangka Tapi Tuhan Tahu.. Cinta yang kupunya Lebih… — Asma Nadia Copy Share Image
“tak ubah nya hantu di keramaian, tatapannya, seolah berkata ; Setiap perlakuan, ada harga yang harus di bayar anak adam Walau tuntas pun tak… — andra dobing Copy Share Image
“Banyak orang berkata jika rindu itu pahit, aku curiga mereka menyimpan rindu di empedu bukan dihati.” — nom de plume Copy Share Image
“Cinta mengubah kita jadi sepasang amfibi. Hidup di dua tempat; di bumi dan di hati masing-masing.” — Christian Simamora Copy Share Image
“jika puisi tak jua mampu mewakilkan perasaanku padamu, kekasih biarlah kuhantarkan dengan do'a-do'a yang kutompangkan lewat kereta Tuhan dimalam-malam buta biarlah kuwakilkan lewat sampan-sampan… — firman nofeki Copy Share Image