“Butiran gula larut dalam kopi hitam Taburan bintang larut dalam kelam malam Pahit manis kenangan teraduk Kuhirup semalam suntuk” — Sam Haidy Copy Share Image
“Jangan salahkan waktu Jika kelak ia mengkhianatimu Setiap detik yang kau ulur Akan mencekikmu di sisa umur” — Sam Haidy Copy Share Image
“Mencintaimu Seperti mencintai bayi yang belum sempurna melihat Tak tahu pasti apa yang kau tangkap dalam geliat Namun tak jemu kuselami rona… — Sam Haidy Copy Share Image
“Telah kutemukan hatimu Tempat terhangat untuk menetaskan rasa Yang tak mampu kuerami sendiri” — Sam Haidy Copy Share Image
“Adakah yang lebih menggetarkan Dari sepasang pandang Yang saling silau tapi saling mencari?” — Sam Haidy Copy Share Image
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu Cinta terlunta buta kata” — Sam Haidy Copy Share Image
“Nada-nadamu berdenting Menjemput kata-kataku dari hening Bulan dan bintang perlahan terpejam Kau dan aku menidurkan malam” — Sam Haidy Copy Share Image
“Malam adalah ladang pembantaian abadi Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi” — Sam Haidy Copy Share Image
“Masyarakat terbelakang Memperdebatkan keyakinan Masyarakat terdepan Meyakini perdebatan” — Sam Haidy Copy Share Image
“Hanya pantai yang mampu membaca Pasang surut hatinya Hanya laut yang mampu mengeja Rasa air matanya” — Sam Haidy Copy Share Image
“Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-mayat yang belum berangkat, terbaring berselimut puing-puing... O, Tsunami, airmu bermuara di… — Sam Haidy Copy Share Image
“Manakala hidup terasa menjepit Tengadahlah ke langit Di sana kau akan melihat Bebanmu menyusut berjuta kali lipat” — Sam Haidy Copy Share Image
“Butiran gula larut dalam kopi hitam Taburan bintang larut dalam kelam malam Pahit manis kenangan teraduk Kuhirup semalam suntuk” — Sam Haidy Copy Share Image
“Jangan salahkan waktu Jika kelak ia mengkhianatimu Setiap detik yang kau ulur Akan mencekikmu di sisa umur” — Sam Haidy Copy Share Image
“Mencintaimu Seperti mencintai bayi yang belum sempurna melihat Tak tahu pasti apa yang kau tangkap dalam geliat Namun tak jemu kuselami rona kudusmu” — Sam Haidy Copy Share Image
“Telah kutemukan hatimu Tempat terhangat untuk menetaskan rasa Yang tak mampu kuerami sendiri” — Sam Haidy Copy Share Image
“Adakah yang lebih menggetarkan Dari sepasang pandang Yang saling silau tapi saling mencari?” — Sam Haidy Copy Share Image
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu Cinta terlunta buta kata” — Sam Haidy Copy Share Image
“Nada-nadamu berdenting Menjemput kata-kataku dari hening Bulan dan bintang perlahan terpejam Kau dan aku menidurkan malam” — Sam Haidy Copy Share Image
“Malam adalah ladang pembantaian abadi Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi” — Sam Haidy Copy Share Image
“Masyarakat terbelakang Memperdebatkan keyakinan Masyarakat terdepan Meyakini perdebatan” — Sam Haidy Copy Share Image
“Hanya pantai yang mampu membaca Pasang surut hatinya Hanya laut yang mampu mengeja Rasa air matanya” — Sam Haidy Copy Share Image
“The one who can draw your widest smile is also the one who can throw you to the farthest exile” — Sam Haidy Copy Share Image
“You don't have to be an angel. All you need is someone who can always see your best angle.” — Sam Haidy Copy Share Image