Agama Quote by Sam Haidy Download Open image ““Masyarakat terbelakang Memperdebatkan keyakinan Masyarakat terdepan Meyakini perdebatan”” — Sam Haidy ★ ★ ★ ★ ★ 2.6 out of 5 (10 ratings) Copy quoteShare Agama Indonesia Keyakinan Puisi Sastra
“Meskipun kedaulatan dan keutuhan wilayah mesti ditegakkan, hukum dan keamanan mesti dijaga, tapi cegah tindakan yang eksesif, tindakan-tindakan yang melebihi kepatutannya dan berpotensi melanggar… — SBYudhoyono Copy Share Image
“Jika kau menghamba kepada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan.” — Wiji Thukul Copy Share Image
“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.” — Tere Liye Copy Share Image
“Jangan pernah menjaminkan rasa kepada waktu. Ia punya masa kedaluwarsanya.” — Windy Ariestanty Copy Share Image
“Ketika jarak memisahkan kita Semua tawa dan rasa menjadi kebahagiaan yang tak tercurahkan Sampai suatu hari nanti, percayalah ketika semua Kebahagiaan yang terjalin akan… — Anonymous Copy Share Image
“jika puisi tak jua mampu mewakilkan perasaanku padamu, kekasih biarlah kuhantarkan dengan do'a-do'a yang kutompangkan lewat kereta Tuhan dimalam-malam buta biarlah kuwakilkan lewat sampan-sampan… — firman nofeki Copy Share Image
“Berpuisi merupakan suatu kepandaian manusia memanfaatkan imaji ke dalam tantangan kreatif merangkai kata-kata terpilih dan membangunnya menjadi seni.” — Remy Sylado Copy Share Image
“Jangan bikin kepalamu menjadi perpustakaan. Pergunakan pengetahuanmu untuk diamalkan - Swarni Vivekananda” — Cindy Adams Copy Share
“Perang sebenarnya bukanlah melawan kemiskinan, melainkan melawan kebodohan” — Soeharto Copy Share Image
“Terbangunnya saling percaya di antara negara- negara di kawasan, akan menyebabkan semakin berkurangnya dorongan untuk melakukan perlombaan persenjataan.” — SBYudhoyono Copy Share Image
“Butiran gula larut dalam kopi hitam Taburan bintang larut dalam kelam malam Pahit manis kenangan teraduk Kuhirup semalam suntuk” — Sam Haidy Copy Share Image
“Jangan salahkan waktu Jika kelak ia mengkhianatimu Setiap detik yang kau ulur Akan mencekikmu di sisa umur” — Sam Haidy Copy Share Image
“Mencintaimu Seperti mencintai bayi yang belum sempurna melihat Tak tahu pasti apa yang kau tangkap dalam geliat Namun tak jemu kuselami rona kudusmu” — Sam Haidy Copy Share Image
“Telah kutemukan hatimu Tempat terhangat untuk menetaskan rasa Yang tak mampu kuerami sendiri” — Sam Haidy Copy Share Image
“Adakah yang lebih menggetarkan Dari sepasang pandang Yang saling silau tapi saling mencari?” — Sam Haidy Copy Share Image
“Diam meredam seloroh bodoh mulut berkabut Sunyi menyanyi, aku terpaku, kamu jemu Cinta terlunta buta kata” — Sam Haidy Copy Share Image
“Nada-nadamu berdenting Menjemput kata-kataku dari hening Bulan dan bintang perlahan terpejam Kau dan aku menidurkan malam” — Sam Haidy Copy Share Image
“Malam adalah ladang pembantaian abadi Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi” — Sam Haidy Copy Share Image
“Hanya pantai yang mampu membaca Pasang surut hatinya Hanya laut yang mampu mengeja Rasa air matanya” — Sam Haidy Copy Share Image
“The one who can draw your widest smile is also the one who can throw you to the farthest exile” — Sam Haidy Copy Share Image
“You don't have to be an angel. All you need is someone who can always see your best angle.” — Sam Haidy Copy Share Image
“Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-mayat yang belum berangkat, terbaring berselimut puing-puing... O, Tsunami, airmu bermuara di mata kami!” — Sam Haidy Copy Share Image
“Pada prinsipnya kita bersetuju bahawa pandangan manusia, dan oleh kerananya ilmu-ilmu yang dibangunkan olehnya, dalam bidang apapun tidak boleh dikultuskan dan dianggap absolut. Hanya ilmu Tuhan yang mutlak (absolute). Menyedari keterbatasan ilmu manusia ini maka kita harus bersifat terbuka dalam menerima kepelbagaian pandangan, dan pada tahap ini kita bersetuju dengan idea pluralisme. Namun apabila kita berbicara mengenai konteks yang lebih… — Khalif Muammar Copy Share
“Agama dijadikan media provokasi termurah dan terefektif sepanjang masa, apalagi buat orang kayak gue yang nggak ngerti-ngerti banget agama.” — Anonymous Copy Share Image
“kawal rasa cinta itu. kalau betul cinta, cinta biar ke syurga. maka apa persediaan kau untuk bawa keluarga kau ke syurga? adakah dinamakan cinta… — Hilal Asyraf Copy Share Image
“Banyak orang hanya membela fanatisme terhadap agama, politik atau pribadi tertentu dan bukan terhadap kebenaran.” — Robert Siahaan Copy Share Image
“Kemurnian barangkali memang tak ditakdirkan untuk dunia yang tak kekal, tak tunggal, ini.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“bukankah manusia yang sentiasa berulang alik ke rumah Allah itu merupkan salah satu daripada enam golongan manusia yang bakal dilindungi Allah semasa di padang… — Anonymous Copy Share Image