Puisi Quote by Sahrunizam Abdul Talib Download Open image ““Pincang langkah pertama barangkali kelemahan pincang berulang lambang kebebalan.”” — Sahrunizam Abdul Talib ★ ★ ★ ★ ★ 2.9 out of 5 (4 ratings) Copy quoteShare Puisi Yang
“Jika kau menghamba kepada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan.” — Wiji Thukul Copy Share Image
“Orang memang cenderung melupakan tanggungjawabnya jika diberi kebebasan” — Nailal Fahmi Copy Share Image
“Kemurnian barangkali memang tak ditakdirkan untuk dunia yang tak kekal, tak tunggal, ini.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Mari kita ekspresikan kebebasan disertai akhlak yang bertanggung jawab” — SBYudhoyono Copy Share Image
“Musang diangkat menjaga reban Reban hancur ternakan terkorban! Belalang angkuh berlagak helang Tikus berkampung dalam taman!” — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan: “Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.” — Anonymous Copy Share Image
“Alangkah senangnya apabila kita mempunyai uang banyak; kita dapat membuat orang lain bahagia sekali.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Keburukan prasangka hanya akan mendekatkan manusia kepada fitnah. Dan tidak ada yang lebih membahayakan jiwa manusia selain daripada sebuah fitnah yang keji. Lepaskan dirimu… — Titon Rahmawan Copy Share Image
“Manusia memang pengumpul segala sesuatu. Dari kenangan, sampai barang rongsokan.” — Jessica Huwae Copy Share Image
“Jangan takut perahu kertas kita hilang arah sebab peta langit akan menuntun langkah” — Vania Parahita Copy Share Image
“cacat masa lampau bukan untuk diwarisi tapi untuk dipelajari.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“seorang gelabah di puncak kerusi resah dikepung bayang. seorang terkurung di sangkar cita membidik peluang.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“di kandang sendiri kaulah harimau jadian di alam terbuka kau hanya kucing jalanan.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“Hayat bahasa di akal bangsanya ajal bahasa di keris bangsanya.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“Pengalaman membenarkan sangkaan biarpun sangkaan sering di kandang salah.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“di mana-mana korban tetap ada selagi keberanian terus bernyawa.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“siapa pun tuan mereka tetap begini mengunyah janji tanpa gigi.” — Sahrunizam Abdul Talib Copy Share Image
“Mungkin seseorang masih tak tahu lirih perih dalam rintik rindu ini. Selamat malam, kamu yg berlalu dalam gerimis.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“tak ubah nya hantu di keramaian, tatapannya, seolah berkata ; Setiap perlakuan, ada harga yang harus di bayar anak adam Walau tuntas pun tak… — andra dobing Copy Share Image
“Pada telapak tangan kubuka sebuku nasib dan membaca makna isyarat alam-Nya.” — Ridzuan Harun Copy Share Image
“Sebuah puisi adalah suatu pengalaman kehidupan yang terungkap - betapapun sukar dalam kesakitan; dan dalam kesempatan.” — Leo AWS Copy Share Image
“Laksana setitik embun nafas melekat di daun. Daun itulah jasad engkau. (Mengharap)” — Darma Mohammad Copy Share Image
“Kembali menggelora akan nestapa Biarlah tenggelam namun yakinku tak pernah berubah padamu Saat bulan tersenyum menegur sapa menampakkan diri saat hangat mulai menyinari secercah… — silviamnque Copy Share Image
“Imaji-ku. Cermin dari malam. Sepasang bola mata hitam menyelinap diriku. Terpaan angin menghela pelan menyentuh kulit epidermisku. Kau hinggap dalam ruang-ruang penuh suara dalam… — silviamnque Copy Share Image
“Kini aku selalu memberi jarak antara kamu dan puisi. Puisi telah menumbuhkan sayapsayap di punggungku untuk lebih dekat padaNya.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Kata-kata di muka kertas beratnya hakiki Tersimpan khazanah Ilahi dan mutiara insani Jika digali-gilap disimpul makna dalam dada Jika diserap pada ribuan jiwa remaja… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Doa ku seakan paku di peti mati mu. Tajam mendalam. Menembus dadamu, menjelma dunia rapuh, penuh kegelisahan tak berarti . . #andradobing” — andra dobing Copy Share Image
“Pagi menyelinap di jemarimu sebagai sepi yang selalu ditangkap puisi, mengabadikan sepasang jejak yang sembunyi” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image