Quote by Goenawan Mohamad Download Open image ““Patriotisme memang sering seperti api lilin di dalam tong terang, tapi terkurung.”” — Goenawan Mohamad ★ ★ ★ ★ ★ 3.5 out of 5 (8 ratings) Copy quoteShare
“Patriotisme bukan seperti yang diindoktrinasikan orang-orang kolot zaman agraris itu. Aku tetap cinta Tanah Air, tetapi tidak dalam arti birokrat. Cinta saya kepada Tanah… — Y.B. Mangunwijaya Copy Share Image
“Tidurlah, teruskan bermimpi. Teruskan angan-angan. Dan orang yang mengambil keputusan untuk tidak hanya bermimpi akan bangun kejar, mimpi itu. Sedangkan kau masih tidur.” — Teme Abdullah Copy Share Image
“Ilmu di peringkat maknawi dan yaqini Kawanku, bukan lagi nisbi ciptaan basyari Anugerah Rabbul Jalil, harus disyukuri, dinikmati Dan amalkan sepenuh hati, disebarkan ke… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku igin seiring dan bukan digiring.” — Dee Copy Share Image
“Secuil Api kehangatan, lebih baik dijaga tetap menyala. Daripada meredup, kemudian mati membeku selamanya.” — Arbie Ruswandono Copy Share Image
“Kalau orang bener-bener mencintai, gak ada rasa kemarahan, kekesalan, kekecewaan kepada cinta tersebut” — LoveinParisSeason2 Copy Share Image
“Untuk berkuasa hanya diperlukan tindakan, sedang untuk menjadi baik diperlukan kebiasaan -- proses yang tak putus-putusnya.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Saya tak membenci orang-orang itu. Tapi saya membenci tindakan orang-orang itu.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Dunia ini merupakan sebuah latar belakang, dan dari sana tersusun sebuah atau beberapa buah norma, yang membatasi luasnya pilihan-pilihan yang bisa diambil.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
I fear if I cannot think again, if my mind suddenly goes blank. It will be embarrassing. — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Kalimat klise adalah topeng bagi mereka yang takut berkepribadian. Dan topeng selalu berkaitan dengan semacam kepalsuan.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Hanya mereka yang mengenal trauma, mereka yang pernah dicakar sejarah, tahu benar bagaimana menerima kedahsyatan dan keterbatasan yang bernama manusia” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Mereka tahu hasil 2 + 2 = 4 tapi tak tahu mengapa 2 x 2 juga sama dengan 4.” — Goenawan Mohamad Copy Share Image
“Di sekolah, anak-anak belajar bahasa Indonesia, tetapi mereka tak pernah diajar berpidato, berdebat, menulis puisi tentang alam ataupun reportase tentang kehidupan. Mereka cuma disuruh… — Goenawan Mohamad Copy Share Image