“Di dunia ini, Ara, hanya sedikit saja orang yang penting - Mardjohan.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ada diajarkan oleh kaum Brahmana, orang kaya terkesan pongah di mata si miskin, orang bijaksana terkesan angkuh di mata si dungu, orang… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Adat itu bikin orang jadi bodo. Adat larang orang kampung belajar menulis, membaca, bikin gambar.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Bila ada Pamali turun, barang atau pakaian peninggalan orang mati dikumpulkan dan diletakan di gebrahe” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Orang berilmu, berpengetahuan, dan berbakat itu tak boleh punah.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tak ada yang tahu apakah prajurit-prajurit itu Syiwa atau Wisynu, boleh jadi bahkan Buddha. Tidak ada yang mengetahui hati manusia secara tepat.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Teror merupakan sistem untuk menundukan rakyat, sedang kerakusan berlebihan menjadi tujuan dari pendudukan itu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Bagi wanita muda, Mas Nganten, sebenarnya tak ada kesulitan hidup di dunia, apalagi kalau ia canti, dan rodi sudah tak ada lagi.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Di atas pelupuh humatita orang damai dalam tidurnya, suami-istri berpelukan, anak-anak berserak tanpa baju tanpa celana. Hanya asap dan asap selimut mereka.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Mengapa membuka ladang sejauh ini? Kalau deka(t) kampon(g) habis dimakan(g) babi sendiri. Di sini babi hutan(g) yang ditunggu. Orang kampon(g) bikin ladan(g)… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Sia-sianya dunia ini kalau untuk meningkatkan satu orang yang lain mesti diinjak.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatakan pada seseorang atau pada siapapun” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image