“Tatapmu teduh, Melumat rindu lamat-lamat. Senyum mu bak bulan, Menampak riang mendera detak, Kau sudah jadi kornea pada mata ku.” — silviamnque Copy Share Image
“Kembali menggelora akan nestapa Biarlah tenggelam namun yakinku tak pernah berubah padamu Saat bulan tersenyum menegur sapa menampakkan diri saat hangat mulai menyinari secercah cahya dalam hati namamu membias di sanubari Sela siang mendamba surya panas memanggang senyummu sirnakan kerontang,… — silviamnque Copy Share Image
“Tatapmu teduh, Melumat rindu lamat-lamat. Senyum mu bak bulan, Menampak riang mendera detak, Kau sudah jadi kornea pada mata ku.” — silviamnque Copy Share Image
“Kembali menggelora akan nestapa Biarlah tenggelam namun yakinku tak pernah berubah padamu Saat bulan tersenyum menegur sapa menampakkan diri saat hangat mulai menyinari secercah… — silviamnque Copy Share Image
“Imaji-ku. Cermin dari malam. Sepasang bola mata hitam menyelinap diriku. Terpaan angin menghela pelan menyentuh kulit epidermisku. Kau hinggap dalam ruang-ruang penuh suara dalam… — silviamnque Copy Share Image
“Getir yang disuguhkan oleh sang takdir Membuat beban semakin meruncing Menusuki punggung yang ringkih Dan getir perlahan hingga mati.” — silviamnque Copy Share Image
“Senja tak pernah menyalahkan awan kelabu yang sering menutupi keindahan dirinya. Senja sebuah lambang keikhlasan hati terdalam, menerima segala garis yang telah digariskan.” — silviamnque Copy Share Image