Puisi Quote by Bagus Dwi Hananto Download Open image ““ke Lethe, murung penuh hantu memandang bintang dan neraka menjemur mereka dan aku.”” — Bagus Dwi Hananto ★ ★ ★ ★ ★ 2.2 out of 5 (7 ratings) Copy quoteShare Puisi
“Kalau mereka tidak berakar pada tradisi mereka sendiri, mereka tak akan mampu menghargai kebudayaan orang lain.” — Barack Obama Copy Share Image
“Mereka boleh tersesat, tapi akan kembali ke surau juga. Mereka boleh jadi penjahat, tapi akan marah kalau dibilang kafir. Nasihat orang-orang tua di kampung… — Ahmad Fuadi Copy Share Image
“Peri kemanusiaan itu roh Maha Agung di muka bumi, dan roh itu menebar getaran cinta kasih dan niat mulia.” — Kahlil Gibran Copy Share Image
“Mereka lahir, hidup, dan mati dalam ketidakpuasan. Apa yang mereka bayangkan dan inginkan tidak pernah menjadi kenyataan. Mereka hidup dalam khayalan.” — Anand Krishna Copy Share Image
“Andai tak mampu tunjukkan jalan ke syurga, jangan pula diheret ke lorong neraka. #Surat Untuk Dia” — Anonymous Copy Share Image
“cintaku, ke mana lagi pencarian menemukan yang hakiki bila kata-kata cuma kopong tahi dilindas sandal imam sombong yang maha pengecut” — Bagus Dwi Hananto Copy Share Image
“kata-kata adalah kitab suci gratis tak dibukukan yang dirapalkan sesuka mungkin berteriak melampaui bintang-bintang angkasa sepasang tikus bercumbu di tong sampah dedaunan tua menyelimuti… — Bagus Dwi Hananto Copy Share Image
“Kau tahu, sesungguhnya Tuhan telah mati bagi mereka yang kecewa.” — Bagus Dwi Hananto Copy Share Image
“Mungkin seseorang masih tak tahu lirih perih dalam rintik rindu ini. Selamat malam, kamu yg berlalu dalam gerimis.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“tak ubah nya hantu di keramaian, tatapannya, seolah berkata ; Setiap perlakuan, ada harga yang harus di bayar anak adam Walau tuntas pun tak… — andra dobing Copy Share Image
“Pada telapak tangan kubuka sebuku nasib dan membaca makna isyarat alam-Nya.” — Ridzuan Harun Copy Share Image
“Sebuah puisi adalah suatu pengalaman kehidupan yang terungkap - betapapun sukar dalam kesakitan; dan dalam kesempatan.” — Leo AWS Copy Share Image
“Laksana setitik embun nafas melekat di daun. Daun itulah jasad engkau. (Mengharap)” — Darma Mohammad Copy Share Image
“Kembali menggelora akan nestapa Biarlah tenggelam namun yakinku tak pernah berubah padamu Saat bulan tersenyum menegur sapa menampakkan diri saat hangat mulai menyinari secercah… — silviamnque Copy Share Image
“Imaji-ku. Cermin dari malam. Sepasang bola mata hitam menyelinap diriku. Terpaan angin menghela pelan menyentuh kulit epidermisku. Kau hinggap dalam ruang-ruang penuh suara dalam… — silviamnque Copy Share Image
“Kini aku selalu memberi jarak antara kamu dan puisi. Puisi telah menumbuhkan sayapsayap di punggungku untuk lebih dekat padaNya.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Kata-kata di muka kertas beratnya hakiki Tersimpan khazanah Ilahi dan mutiara insani Jika digali-gilap disimpul makna dalam dada Jika diserap pada ribuan jiwa remaja… — Wan Mohd Nor Wan Daud Copy Share Image
“Doa ku seakan paku di peti mati mu. Tajam mendalam. Menembus dadamu, menjelma dunia rapuh, penuh kegelisahan tak berarti . . #andradobing” — andra dobing Copy Share Image
“Pagi menyelinap di jemarimu sebagai sepi yang selalu ditangkap puisi, mengabadikan sepasang jejak yang sembunyi” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image