“Kebahagiaan akan terasa lebih manis, lewat sebuah perjuangan yang sepenuh hati.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Nah, temani aku ya? Temani aku, meskipun aku tinggal tulang dan kulit saja," bisik Bapak.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Buk, jangan nangis lagi ya. Kalau Bayek sudah besar, Bayek janji akan membahagiakan Ibuk. Bayek janji, ikrar Bayek dalam hati.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Sing sabar ae. Rejeki nggak datang hari ini tapi insya Allah akan datang besok," kata Ibuk sambil mengunci lemari makan di dapur.” — Iwan Setyawan Sing Copy Share Image
“… Makanya semoga ada rejeki ya. Jadi kita bisa makan empat sehat lima sempurna tiap hari," tutur Ibuk.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Kenangan itu, betapapun pahitnya, selalu bisa dikenang dan ditempatkan kembali di hati kita. Dan, biarlah memori beristirahat disana. Biarlah kita kunjungi suatu… — Iwan Setyawan Kenangan Copy Share Image
“Perjalanan cinta yang sederhana tapi kokoh. Cinta yang semakin merekah. Cinta yang semakin terang. Cinta yang tak pernah luntur. Sepanjang perjalanan mereka.… — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Ya, seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat! Buatlah pijakanmu kuat. Kita… — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Nduk, sekolah nang SMP iku mesti. Koen kudu sekolah. Uripmu cek gak soro koyok aku, Nduk! Aku gak lulus SD. Gak iso… — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Cintanya, terbisikkan lewat nasi goreng terasi. Lewat tatapan mata yang syahdu. Lewat daster batik usangnya. Ah, begitu perkasa. Lima buah hati di… — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Tak ada janji yang terungkap dari mulut mereka. Tapi hati mereka telah berikrar untuk mencintai satu sama lain, dengan sederhana. Mereka tidak… — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Dalam Genggamanmu, Ibuk Buku baru. Sepatu baru. Sekolah baru Untuk anak-anakmu Agar mereka merekah Kau bangun jembatan agar mereka tak melalui kali… — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Ibuk belum sempat bilang apa-apa. Tak terucap terima kasih tapi wajahnya penuh syukur.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Nah... Kamu mau gak hidup susah sama aku. Kita, hidup berdua...," lanjutnya terbata-bata.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Sudah jernihkah cintaku untuk orang-orang yang telah menguatkan perjalanan hidup ini?” — Iwan Setyawan Life and living Copy Share Image
“Di kaki Gunung Panderman mereka berlayar mengarungi kehidupan dengan berani. Dengan layar kejujuran yang kokoh, dengan cinta yang tulus.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Akan kulanjutkan kembali tulisan tentang Ibuk. Tentang kekokohan keluarga Bapak. Orang-orang yang melihat kemiskinan bukan sebagai penderitaan tapi titik awal sebuah perjuangan.” — Iwan Setyawan Yang Copy Share Image
“Dunia ini memang semakin rumit. Semakin maju, tapi juga semakin banyak kegelapan. Semakin kotor. Semakin susah menemukan cinta yang tulus. Apalagi menjaga… — Iwan Setyawan Copy Share Image
“I want to make her a happy mother, a very happy mother. I want to do something for my family. I love… — Iwan Setyawan Family Copy Share Image
“Meskipun banyak kebocoran di sana-sini, kita mesti bersyukur. Kita ada di rumah sendiri. Ada tempat untuk makan pisang goreng bersama-sama," kata Ibuk.” — Iwan Setyawan Copy Share Image
“I can imagine if there's nothing in my pocket, but i can't imagine if there's no knowledge in my mind and religion… — Iwan Setyawan Imagine Copy Share Image