“Siapakah yang lahir dari jari jemari puisi? Yang memetik waktu di taman kenangan? Kau hanya tersenyum menatapku sambil membujuk hurufhuruf itu untuk terus i’tikaf. Lalu bait-bait menjelma udara, melintasi hari-hari yang surga” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image