“Angin tak pernah mengeluh, menghempas debu jalanan. Hujan tak pernah lalai, dalam rinai syahdu pun teruntai. Dawai. Damai. Bumi enggan mengaduh, barangkali sudah jengah diinjak dan diludah. Barangkali demikian aku. Dalam rindu kuku terendap waktu.” — Devania Annesya Copy Share Image
“Jo, ntar kalo lo mati mau dikuburin di mana?" | "Gue mau mayat gue dikremasi pake api yang gede! Biar cepet mateng!” — Devania Annesya Copy Share Image
“Lagi pula, setiap manusia ditakdirkan untuk saling menyakiti. Betapa beruntungnya mereka yang tidak terlahir. Bahagia dalam ketiadaan.” — Devania Annesya Copy Share Image
“Angin tak pernah mengeluh, menghempas debu jalanan. Hujan tak pernah lalai, dalam rinai syahdu pun teruntai. Dawai. Damai. Bumi enggan mengaduh, barangkali sudah jengah… — Devania Annesya Copy Share Image
“Kenangan tetap selalu tersisa, benda tak lebih hanya kail pemicu. Selama kenangan itu ada, rasa itu masih tetap membekas.” — Devania Annesya Copy Share Image