Indonesia Quote by Abdurrahman Wahid Download Open image ““Kita butuh Islam ramah bukan Islam marah”” — Abdurrahman Wahid ★ ★ ★ ★ ★ 4.4 out of 5 (3 ratings) Copy quoteShare Indonesia Islam Nu
“Kita hidup dalam ajaran Islam. Ada kewajiban memuliakan orangtua.” — Desi Puspitasari Copy Share Image
“Kita umat Islam di Indonesia terikat pada adat-kebiasaan dan kebudayaan kita, dan ini mempunyai pengaruh pula pada Islam yang kita amalkan di tanah air… — Gustave E. Von Grunebaum Copy Share Image
“Apabila buku tu cakap tentang kita meletak label dan stereotaip ke atas bab agama. Yang membuatkan orang bukan Muslim itu sendiri jauh daripada Islam.… — Hlovate Copy Share Image
“Orang mempelajari Islam untuk mengetahui apa sebenarnya Islam itu.” — Gustave E. Von Grunebaum Copy Share Image
“Bahagia itu sederhana, mampu mencintai apa yang kita kerjakan, bukan mengerjakan apa yang kita cintai” — Nuci Priatni Copy Share Image
“Acap kali sesuatu yang kita cinta menjadi sebab ujian daripada Allah..Justeru,cintailah sesuatu berpada-pada bila Allah uji kita dengannya..kita tidak terlalu menderita.. ” — Pahrol Mohd Juoi Copy Share Image
“Izinkan kaki terus melangkah, melupakan kata menyerah karena dalam setiap hambatan dan masalah, kita masih punya Allah.” — Febrianti Almeera Copy Share Image
“Sejarah bukanlah apa yang terjadi. Sejarah hanyalah apa yang dituturkan sejarawan kepada kita.” — Julian Barnes Copy Share Image
All too many Muslims fail to grasp Islam, which teaches one to be lenient towards others and to understand their value systems, knowing that… — Abdurrahman Wahid Copy Share Image
“Kalau Kristen jangan kebarat-baratan, kalau Islam jangan kearab-araban” — Abdurrahman Wahid Copy Share Image
I told the students that we can exert pressure without resorting to violence, and that we can move towards democracy without violence; that way,… — Abdurrahman Wahid Copy Share Image
If we cling to the institution of Islam, then we tend to defend it against whatever we see as a danger to it, so… — Abdurrahman Wahid Copy Share Image
Well, the most important thing about Islam is that we have to differentiate between two kinds of Islam. The first one is the institution… — Abdurrahman Wahid Copy Share Image
Democracy can be sustained and developed only by people who understand its essence. — Abdurrahman Wahid Copy Share Image
“Mari kita sadari pentingnya kesetiakawanan sosial, agar lingkungan kita tetap rukun dan saling peduli.” — SBYudhoyono Copy Share Image
“Indonesia adlh bangsa majemuk yg berciri perbedaan. Utamakan dialog & saling menahan diri, agar benturan & kekerasan bisa diselesaikan.” — SBYudhoyono Copy Share Image
We need the children of Indonesia and the Philippines to manufacture our freedom of choice. — Marc Maron Copy Share Image
This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any… — Anonymous Copy Share Image
During my travels in Iraq, Israel, Gaza, Brazil, Indonesia, Japan, Europe and all over the United States, I have seen and heard the voices… — Michael Franti Copy Share Image
Americans in particular are myopic. They're not traveling as much. When you were a college student, the next thing you would do on graduation… — Julie Taymor Copy Share Image
There's Hezbollah, there's Hamas, there is a whole range of terrorist targets out there related to Palestine and to Israel that we ought to… — Lawrence Eagleburger Copy Share Image
“Politik tidak didasarkan pada untung rugi. Harus mengutamakan kepentingan rakyat & masa depan bangsa” — SBYudhoyono Copy Share Image
“The sun appeared between the twin spires of the cathedral as its light reflected off the crescent and star that rose out of the… — Tucker Elliot Copy Share Image
“Tiga syarat hadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, miliki peradaban bangsa yg mulia.” — SBYudhoyono Copy Share Image
“Di dunia ini kejahatan akan selalu ada. Itulah kehidupan. Negara tidak boleh menyerah dan kalah.” — SBYudhoyono Copy Share Image
“Tapi, Indonesia menyimpan terlalu banyak rahasia. Dan keanekaragamannya pun amat kelewatan...” — Richard Lloyd Parry Copy Share Image