“Masa lalu tak perlu jadi beban, bila tak sudi jadi pembantu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Di sini ada hukum. Kalau hukum tidak ditaati lagi, mari, mari kita panggil hakim.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kita akan belajar Tanca. Kemudian kita akan tahu lebih banyak, mengalahkan lebih gemilang.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Orang berilmu, berpengetahuan, dan berbakat itu tak boleh punah.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seorang terpelajar itu harus adil, sejak dalam pikiran! [Bumi Manusia]” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas (Bumi Manusia, h. 138)” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tak ada yang tahu apakah prajurit-prajurit itu Syiwa atau Wisynu, boleh jadi bahkan Buddha. Tidak ada yang mengetahui hati manusia secara tepat.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Berbahagialah mereka yang bodoh, karena mereka kurang menderita. Berbahagialah juga kanak-kanak yang belum membutuhkan pengetahuan untuk dapat mengerti.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Juga jangan jadi kriminil dalam percintaan-yang menaklukan wanita ddengan gemerincing ringgit,kilau harta dan pangkat.Lelaki belakangan ini adalah juga kriminil,sedang perempuan yang tertaklukan… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi... angkatan tua itu sungguh bobrok. Hanya angkatan tua yahg korup dan… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Jangan hanya ya-ya-ya. Tuan terpelajar, bukan yes-man. Kalau tidak sependapat, katakan. Belum tentu kebenaran ada pada pihakku ...” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Barang siapa mempunyai sumbangan pada kemanusian dia tetap terhormat sepanjang jaman, bukan kehormatan sementara. Mungkin orang itu tidak mendapatkan sesuatu sukses dalam… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ada diajarkan oleh kaum Brahmana, orang kaya terkesan pongah di mata si miskin, orang bijaksana terkesan angkuh di mata si dungu, orang… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Seluruh kedudukan enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Rencana-rencanaku kandas di laci-laci. Angkatan tua itu sungguh bobrok! Setiap republiken mestinya… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri,… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Negeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurkan: Belajar berdiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun!… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Pertama-tama karena bangsa ini mempunyai watak selalu mencari-cari kesamaan, keselarasan, melupakan perbedaan untuk menghindari bentrokan sosial. Dia tunduk dan taat pada ini,… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tak ada yang lebih baik daripada persahabatan yang ikhlas,” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Bukang perempuang undang harta, Ngama, hanya harta mencari perempuang.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Adat perempuan dibeli; adat orang tua menjual; kalau harta sudah di tangan apalagi akan dipersoalkan?” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatakan pada seseorang atau pada siapapun” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Di dunia ini, Ara, hanya sedikit saja orang yang penting - Mardjohan.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share Image
“Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“How simple life is. It's as simple as this: you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and shitting, that's… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
The fracture of pencil still useful, but the fracture of soul, we couldn't use it, Mister. — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“. . . Kau terpelajar, Minke, Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu. . . .” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“As hard as my life has been I have no desire for revenge. If I wish for anything it is for all the things… — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Kita akan belajar Tanca. Kemudian kita akan tahu lebih banyak, mengalahkan lebih gemilang.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share
“Kami bermaksud baik Ngama. Ngama adat jangan sangsi. Kami ingin menolong yang sakit.” — Pramoedya Ananta Toer Copy Share