“Praktek teori "menderita dahulu baru bahagia" sangatlah berat penanggungannya!” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kita harus hidup bersama-sama dan untuk semua manusia. Tujuan hidup kita ialah membuat hidup lebih indah.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Tidak menjadi soal bagaimana caranya mengabdi kepada kebaikan, asalkan baik saja.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Alangkah senangnya apabila kita mempunyai uang banyak; kita dapat membuat orang lain bahagia sekali.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Bukankah seni rakyat salah satu alat pembantu kesejahteraan rakyat?” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Orang boleh memandang saya berbuat pura-pura, tetapi saya betul-betul tidak suka mendapat pujian.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Dan terhadap pendidikan itu janganlah hanya akal yang dipertajam, tetapi budipun harus dipertinggi.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Demikianlah kepercayaan rakyat! Darimana asal kepercayaan ini, saya tidak tahu dengan pasti.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Apabila kami menghendaki orang lain mengikuti jejak kami, maka contoh yang kami berikan haruslah sesuatu yang berbicara, menimbulkan rasa kagum dan keinginan… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Jangan bangkitkan cita-cita yang pasti akan mati. Janganlah hendak bermimpi bila lebih dulu telah diketahui nanti akan bangun dengan teramat mengecewakan.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkan secara jelas kepada murid-murid.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Dunia ini masih senantiasa teramat sopan. Tidak mau melihat kenyataan yang telanjang bulat. Memalingkan muka dengan penuh rasa jijik dari kenyataan, perempuan… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Saya putus asa; saya hanya boleh menulis yang bukan-bukan saja; hal-hal yang sungguh-sungguh tidak boleh saya singgung-singgung.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Mereka semuanya kasih dan sayang kepada kami, itulah yang membuat perjuangan kami justru lebih berat. Perbuatan kami telah menimbulkan penderitaan, penderitaan, penderitaan,… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Minta, bagi kami terlalu mengerikan, walaupun kamu tahu bahwa permintaan kami tidak akan ditolak. Dalam hal ini satu-satunya cara untuk mencapai tujuan… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Pendidikan sekolah bagi anak-anak pada waktu sekarang merupakan hal yang biasa sekali, tetapi kalau jumlah anak mencapai 25 orang, bagaimana mungkin pendidikan… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kami betul-betul hndak memberontak apabila berulang kali kami ditindas. Mengapa kami harus surut kembali? Mengapa kami harus disurutkan, ditahan-tahan? Hanya karena mulut… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Waktu mendengar gamelan dan menghirup bau bunga bercampur kemenyan, pikiran saya pasti melayang ke masa lampau. Orang-orang memungut bunga di permadani yang… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Bagi kami tiada hari kemarin, tiada hari besok. Hanya hari sekarang yang nikmat, yang penuh cahaya bahagia yang ada! Keindahan demikian banyak… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Tidak perlu penjelasan kenapa kemajuan kepandaian masyarakat Bumiputera tidak dapat pesat, apabila dalam hal itu perempuan terbelakang." Setiap waktu kemajuan perempuan itu… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Walaupun saya tidak beruntung sampai kepada ujung jalan itu, walaupun saya akan patah di tengah jalan, saya akan mati dengan bahagia. Jalan… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Banyak sekali sifat yang baik pada bangsa saya. Banyak sekali keindahan di dalam kepercayaannya yang menarik dan kekanak-kanakan. Barangkali kedengarannya aneh, namun walaupun demikian hal itu adalah suatu kenyataan. Kalian Bangsa Eropah telah mengajar saya mencintai tanah air dan bangsa saya sendiri. Pendidikan Eropah justru mendekatkan kami kepada bangsa kami dan tidak menjauhkannya. Membuka mata dan hati kami untuk melihat… — Sulastin Sutrisno Copy Share
“Dalam tangan anaklah terletak masa depan dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang merupakan masa depan itu.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Sebagai perempuan, demikian keterlaluan kami dihina, berulang kali dan terus menerus!” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kami yakin, apabila seseorang berani memulai, banyak yang akan mengikuti.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Pandai itu tidak merupakan kebahagiaan untuk setiap orang. Celakalah apabila orang dapat berfikir tetapi tidak boleh; apabila orang dapat merasa, mampu dan… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kami anak-anak perempuan tidak boleh mempunyai pendapat, kami harus menerima dan menyetujui serta mengamini semua yang dianggap baik oleh orang lain.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Dan terhadap pendidikan itu janganlah hanya akal yang dipertajam, tetapi budipun harus dipertinggi.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kami anak-anak perempuan tidak boleh mempunyai pendapat, kami harus menerima dan menyetujui serta mengamini semua yang dianggap baik oleh orang lain.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Pandai itu tidak merupakan kebahagiaan untuk setiap orang. Celakalah apabila orang dapat berfikir tetapi tidak boleh; apabila orang dapat merasa, mampu dan mau, tetapi… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Saya cinta kepadamu, saya cinta kepadamu, saya cinta kepadamu, ya saya cinta kepada seluruh dunia, sebab tiap dunia itu baik, tiap orang berbudi baik.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kami betul-betul hndak memberontak apabila berulang kali kami ditindas. Mengapa kami harus surut kembali? Mengapa kami harus disurutkan, ditahan-tahan? Hanya karena mulut usil orang… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Alangkah senangnya apabila kita mempunyai uang banyak; kita dapat membuat orang lain bahagia sekali.” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Walaupun saya tidak beruntung sampai kepada ujung jalan itu, walaupun saya akan patah di tengah jalan, saya akan mati dengan bahagia. Jalan sudah terbuka… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!” — Sulastin Sutrisno Copy Share Image
“Kami makhluk yang "mengerikan. Ah, tetapi tidakkah demikian juga pada yang beradab? Di situ pun orang ceoat cenderung untuk menghukum sesuatu yang tidak difahaminya.… — Sulastin Sutrisno Copy Share Image