“Pada setiap matahari terbit berjanjilah pada diri untuk tak membiarkan kebajikan dikalahkan begitu saja di depan matamu… Pada setiap matahari terbit berjanjilah untuk bangkit dan menebar cinta di sepanjang jalan raya kehidupan ini.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Tulisan itu rekam jejak. Sekali dipublikasikan, tak akan bisa kau tarik. Tulislah hal-hal berarti yg tak akan pernah kau sesali kemudian.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Mungkin seseorang masih tak tahu lirih perih dalam rintik rindu ini. Selamat malam, kamu yg berlalu dalam gerimis.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu tempat kau bunuh kenangan kita berkali-kali.… — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Para ibu selalu mempunyai tempat untuk menampung duka, lalu mengecupnya dan bangkit.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“ Ia akan pergi ke jalan yang paling cinta. Jalan yang tak pernah membedakan bau darah seseorang.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Saya pakai jilbab bukan untuk kepentingan para lelaki. Saya berjilbab untuk kepentingan saya. Untuk kemerdekaan saya.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Kini aku selalu memberi jarak antara kamu dan puisi. Puisi telah menumbuhkan sayapsayap di punggungku untuk lebih dekat padaNya.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Tulus adalah: aku bahagia bila teman-temanku berhasil, sukses, mulia. Dan aku turut pedih bila mereka bersedih...” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Pagi menyelinap di jemarimu sebagai sepi yang selalu ditangkap puisi, mengabadikan sepasang jejak yang sembunyi” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image
“Sebab musuh utama kita bukan penjajah atau bencana, tetapi ketakberdayaan yang beranak pinak dalam diri.” — Helvy Tiana Rosa Copy Share Image