Iq, Jika hati ini bagai angin yang berdesir laju, Bagai…
““Iq, Jika hati ini bagai angin yang berdesir laju, Bagai sungai yang mengalir tanpa henti, Akan tanpa rasa jemu ia menjemput cintamu, Maka cintaku teramat kudus, Semerbak setangkai mawar memburu usia, yang takkan layu, Titis cintaku seperti embun yang tak akan kering dicabar usia. Tapi Iq, Tak pernah kuminta, Tak pernah kupohon, Tak pernah kuhajati, Calar-calar cintaku dugaan takdir, Kasihku yang kian kelabu, Setiap jasad ini ternoda dek cinta terlarang, dendam kesumat. Cuma aku reda dengan apa jua alasanmu, Sekiranya itu diminta oleh takdir, biar aku pergi dulu, Jangan tunggu aku Iq, Jangan menangis, Jangan bersedih, Ingatlah cintaku berkubur bersama jasad kudus ini, dalam mempertahankan cintamu. Cintaku senaskhah al-Quran sebagai pengganti diri, Aku cinta padamu Iq, Sesungguhnnya demi ALLAH, aku cinta padamu... Dayang...””
About This Quote
This interpretation was drafted with AI assistance. It is one reading of the quote, not the author's own explanation.
The poet expresses deep, selfless love using natural imagery, pleading for acceptance despite obstacles, and invoking divine witness.
In simple terms: Intense love expressed through nature and devotion.
Cherish selfless love despite challenges.
Themes
Mood
Type
When to use this quote
- personal confession
- spiritual reflection
- creative writing
Key Concepts
Questions to Reflect On
- How does nature symbolize love here?
- What role does faith play in this devotion?